Hidup Adalah Pengembaraan Bathin Yang Tak Pernah Berujung Pangkal, Sampai Kita Dipanggil Olehnya.

Sepanjang manusia hidup tak akan pernah dapat berhenti mengalami petualangan dan perjalanan dalam bathinnya (ini hanya buat yang normal, yang gila aq g tw).

Sehat, sakit, senang, sedih, tawa, tangis, beduit, bokek, dll. Semua itu ada hubungannya dengan bathin, setiap apa yang kita lakukan dan rasakan akan berhubungan dengan bathin kita, setiap kebiasaan yang kita lakukan adalah pengalaman bathin yang terekam dalam alam bawah sadar kita, manusia tak akan pernah tau arti rasa sedih, kecewa, sakit hati, jika tak pernah mengalaminya, pengalaman inilah yang kemudian terekam dalam alam bawah sadar kita yang ketika menjumpai rasa yang pernah dialaiminya akan menterjemahkannya dalam bentuk yang lebih bisa dimengerti seperti menangis, cemberut bahkan marah begitupun sebaliknya, pengalaman ini akan terus didapatkan dan dilalui sepanjang nafas masih berhembus dan ruh masih berada dalam raga, dan hanya akan berhenti ketika semuanya berakhir (meninggal dunia).
Dalam hidup manusia selalu mencoba untuk menggapai dan memperoleh impian dan harapan, tanpa ia sadari keinginan inilah yang sebenarnya merupakan sumber penderitan karena berada dan bersumber dalam pikiran, keinginan akan kebahagian didunia yang dapat diraih dengan harta dan kekayaan ,sehingga selama manusia hidup mereka akan terus mengejar impian dan harapan tersebut, inilah yang mereka anggap sebagai tujuan hidup, mereka tak pernah memikirkan proses dari pencapaian tujuan hidup, padahal proses inilah yang paling utama dalam hidup setiap manusia, karena perjalanan dalam pencapaian tujuan hidup tadi merupakan perjalanan bathin setiap manusia. Tiap manusia mengalami atau melewati proses dalam pencapaian tujuan hidup tadi dengan caranya sendiri-sendiri, cara atau pilihan tersebut berdasarkan budi pekerti tiap manusia, sebagai contoh seorang koruptor dalam memperoleh harta dan kekayaannya tidak pernah memikirkan hak-hak orang lain yang telah mereka rampas, seperti itu pulalah budi pekerti mereka, karena budi pekerti dan moral merekalah yang telah menjadi bahan bakar atau pendorong mereka untuk melakukan semua itu. Keinginan akan harta dan kekayaan tadi lah yang membuat miskin jiwa kita, miskin akan karunia sang pencipta yang begitu nikmat, keinginan yang membuat mereka semakin menderita dalam hidup dan setelah hidup. Kebahagian tidak selalu didapatkan dari harta dan kekayaan,kekayaan bathin dan jiwa adalah nikmat tuhan.   Bersambung…..

Leave a Reply