Akreditasi Salah Siapa?
5 February 2009Wisuda
9 May 2008Akhirnya…… setelah melakukan pencarian yang memakan waktu kurang lebih 2 bulan akhirnya aku menemukan kembali salah satu file yang berisi momen paling penting dalam hidupku, (untung ada get back data).
Yang paling pertama mungkin saya harus bersyukur kepada Allah SWT, Atas segala nikmat dan karunianya,Nabi Muhammad SAW beserta seluru para pengikutnya, trus ke dua orang tua (telah kupenuhi salah 1 janjiku, yg 1nya lagi tunggu dulu ya…… soalnya lagi dicari neh), semua keluarga n teman-teman khususnya teman-teman di wahana computer club,wahana computer centre dan wahana telematika atas segala bantuan dan dukungannya selama ini sehingga saya dapat menyelesaikan kuliah. (2002-2006) yah…… memang klo dipikir berat juga seh perjalanan yang saya lalui, tapi itulah hidup. hidup adalah pengembaraan bathin yang tak pernah berujung pangkal,sampai kita dipanggil olehnya.
Salam Duka
26 March 2008Untuk jiwa yang telah letih
Untuk ruh yang telah pergi
Untuk raga yang tek bergeming
Untuk wajah yang tersenyum damai
Datangku dalam diam
Dalam tanya dan kecamuk jiwa
Menempuh hari teramat panjang
Namun waktu begitu cepat
Terduduk dalam bisu
Menatap wajah yang telah beku
Raut wajah begitu dalam
Membenamkan perasaan kedasar hati
Penyesalan bercampur duka
Melarutkan duka semakin dalam
Meruntuhkan kesombongan dalam diri
Menyadarkanku akan ke-esaannya
Mengambil yang kucinta
Tanpa ber-iba
Long Road Sang kancil
21 March 2008Ini bukan kancil dalam dongeng atau cerita pengantar tidur anak-anak ditahun 70an, kancil yang inipun bukanlah kancil yang nakal, licik, dan suka mencuri, kancil ini akan mencoba berbagi cerita tentang pengalaman hidpnya.Lahir diposo tepatnya pada tanggal 4mey 1982, lahir dan besar bersama keluarga muslim yang sederhana, seperti halnya kancil-kancil kecil lainnya, kancil yang satu ini juga punya cita-cita. Sampai pada suatu saat terjadi ssebuah malapetaka yang membuat hancur kota tempat ia lahir, tumbuh dan berkembang bersama teman-temannya, kota yang dulunya sangat ramah berubah menjadi sebuah hutan rimba yang sangat buas. Sehingga sang kancilpun memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut dan mencoba berkelana hingga ia tiba dikota Samarinda. Melupakan masa lalu dan kembali membangun mimpi baru itulah yang dipikirkan sang kancil, akan tetapi semuanya tidaklah semudah apa yang diharapkan terlebih dengan sepeninggalan ayahnya ia layaknya sebuah kapal yg kehilangan nahkoda, setelah 2 tahun iapun kembali mencari kota lainnya hingga sampailah ia dikota Palu hingga sampai saat ini, tak terasa waktu telah berjalan hampir lebih dari 8 tahun ia berkelana meninggalkan kampung halamannya, lelah rasanya dan ingin segera kembali tapi belum bisa terpenuhi, hanya satu yang pasti dimanapun dia berada akan selalu mengingat semua kenangan dan ingin kembali kekampung halamannyaDemikian kisah sang kancil,
Terimakasih ya Allah atas segala nikmat yang telah kau berikan padaku
“Achie Cruchiel”
Posted by achiewahana
Posted by achiewahana
Posted by achiewahana 






