Hidup Adalah Pengembaraan Bathin Yang Tak Pernah Berujung Pangkal, Sampai Kita Dipanggil Olehnya.

9 February 2009

Sepanjang manusia hidup tak akan pernah dapat berhenti mengalami petualangan dan perjalanan dalam bathinnya (ini hanya buat yang normal, yang gila aq g tw). Read the rest of this entry »


Memandang cinta melalui cermin hati

25 March 2008

Ketika engkau mencintai wanita , genggamlah hatinya karena ia adalah “kunci emas” kasih sayang Ilahi yang dapat menahan derasnya hujan-badai, panas -teriknya mentari, dan silau emas -permata.

Ketika engkau membelai rambutnya yang berkilau, berbahagialah sebab cinta telah menyegarkan dirimu dengan keharuman surga.

Ketika engkau menggenggam tangannya dengan kasihmu , maka rasakanlah kelembutan jemari-jemari Ilahi yang telah memayungi hatimu dari keresahan dengan senandung kedamaian.

Ketika engkau mendengar suaranya yang teduh menenteramkan bathinmu , berbahagialah sebab cinta sedang memandang dari kedalam jiwa, bersenandung bersama kicau burung dan kecantikan putik-putik bunga.

Ketika engkau melihatnya tersenyum , maka berbahagialah karena cinta telah membasuh luka hati dengan senandung air mata kebahagiaan dan tangis rindu.

Ketika engkau melihat cinta dengan hasrat kasih Ilahi , maka berbahagialah karena kidung semesta telah merestui dan memberkati ladang-ladang Ilahi dari hujan yang turun dari kesucian langit

Karena apalah artinya cinta -selain kesejatiannya , cinta telah bahagia dengan mahkota keabadiannya , cinta tidak memerlukan apapun selain darinya , karena cinta telah cukup untuk cinta -sekalipun harus merangkak didalam kegelapan.


Percikan Cahaya Ilahi

19 March 2008

Ketika hati diselimuti kegelapan, hanya “ percikan cahaya ilahi” sajalah yang meneranginya. Ketika mata hati telah dibutakan oleh hawa nafsu dan hasrat telah menguasai jiwa, tak ada lagi yang bisa ditunggu selain kehancuran. Hati hanya bisa dibersihkan dengan cahaya tauhid. Jiwa akan merdeka bila selalu mengesakan Allah. Jika hati telah menjadi suci dan jiwa telah terbebaskan, maka keduanya akan terbang menuju haribaan Allah dan siap memperoleh kemenangan dari ilahi dan limpahan cahaya dari Allah Yang Maha Pengasih.

 “ Jika kau masih takut dan berharap pada manusia, maka dia menjadi tuhanmu. Jika kau masih menghadapkan hatimu pada harta dunia, maka kau adalah budaknya, dan dia menjadi tuhanmu. Tak ada cinta yang paling abadi, kecuali cinta seorang hamba kepada Allah. Seorang pencinta tak akan meniggalkan kekasihnya, baik saat suka maupun saat derita”. 

Petuah syaikh “ Abdul Kadir Jailani”